Disdikpora Kampar Umumkan Seleksi Penerbit Buku Budaya Melayu Riau

HomeDaerahKab. Kampar

Disdikpora Kampar Umumkan Seleksi Penerbit Buku Budaya Melayu Riau

Bupati Kampar Ahmad Yuzar Pembina Upacara Hardiknas Tahun 2025  
Pemkab Kampar Gelar Pangan Murah Jelang Iedul Adha 1446 H, , Bupati Kampar Ahmad Yuzar ; Stabilkan Harga dan Pemenuhan Kebutuhan Pangan Masyarakat
PJ Bupati diwakili Camat Kampar Resmi Tutup MTQ Ke-3 Desa Naumbai Tingkat Propinsi Riau

Bangkinang, perjuanganrakyat.com Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan penerbitan untuk mengikuti seleksi terbuka penerbitan Buku Muatan Lokal Budaya Melayu Riau bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Kampar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Disdikpora Kampar untuk memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal, khususnya pengenalan budaya Melayu Riau kepada peserta didik. Melalui buku muatan lokal, generasi muda diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga memahami dan menghargai nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah.

Plt. Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, menegaskan bahwa seleksi terbuka ini bertujuan menjaring penerbit yang profesional dan berkualitas, agar materi buku yang diterbitkan memenuhi standar pendidikan sekaligus akurat secara kultural.

“Buku muatan lokal ini menjadi media penting dalam menanamkan karakter budaya kepada peserta didik. Kami mendorong penerbit untuk menghadirkan konten yang edukatif, menarik, dan sesuai kurikulum,” ujar Helmi, Senin (23/2/2026).

Bagi perusahaan penerbitan yang berminat, Disdikpora telah menetapkan syarat dan kriteria tertentu. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Khairul Fadli, S.Pd, melalui nomor 0852-6373-0223. Selain itu, pengumuman resmi mengenai seleksi ini juga telah dipublikasikan melalui website resmi Disdikpora Kabupaten Kampar, sehingga masyarakat dan pihak terkait dapat mengakses informasi dengan mudah dan transparan.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap penerbitan buku muatan lokal dapat berjalan transparan dan berkualitas, sehingga peserta didik memiliki akses kepada materi pembelajaran yang mendidik sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.(Adv)

COMMENTS