Disdikpora Kampar Dukung Program Akselerasi Inovasi Daerah Tahun 2026

HomeDaerahKab. Kampar

Disdikpora Kampar Dukung Program Akselerasi Inovasi Daerah Tahun 2026

Wabup Kampar Serahkan Bantuan 2 Ton Beras Untuk Korban Banjir Kampung Pinang
PJ Sekda Kampar Tinjau Lokasi MTQ ke 53 Tingkat Kabupaten Kampar di Perhentian Raja.Yusri : “Kita Siap gelar MTQ, Persiapan Sudah Mencapai Lebih 80 Persen.”
Tingkatkan PAD dan Pelayanan Pengunjung Candi Muara Takus, Kadisparbud Kampar Silaturrahmi Ninik Mamak dan Ketua Pemuda

BANGKINANG, perjuanganrakyat.com – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Program Akselerasi Inovasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, 13 hingga 16 April 2026, di Aula Batu Tilam Bappeda Kabupaten Kampar. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si, Senin (13/04/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Misharti menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong percepatan lahirnya inovasi di berbagai sektor pembangunan, mulai dari pemerintahan, ekonomi, hingga pelayanan publik.

“Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa setiap perangkat daerah mampu menghadirkan inovasi yang membuat pelayanan menjadi lebih efektif, efisien, dan kompetitif,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut untuk tidak lagi bekerja secara konvensional, melainkan harus adaptif dan kreatif dalam menciptakan terobosan baru.

“Inovasi tidak harus besar, tetapi harus berdampak. Inovasi yang sederhana namun tepat sasaran akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengingatkan pentingnya penguatan inovasi pada sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Menurutnya, sektor-sektor tersebut merupakan tanggung jawab utama pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar masyarakat.

Kegiatan pembukaan diawali dengan laporan Kepala Bappeda Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP, M.Si, yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda selaku Pelaksana Harian, Yusdiyen Hadinata, S.Si, M.Si. Dalam laporannya, disampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong kreativitas OPD, memperkuat daya saing daerah, serta mempercepat pembangunan.

Program ini diikuti oleh seluruh perangkat daerah dan kecamatan, serta melibatkan kepala sekolah, kepala desa, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Kampar. Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam beberapa sesi tematik, yakni hari pertama untuk OPD dan kecamatan, hari kedua untuk kepala sekolah SD dan SMP, hari ketiga untuk kepala desa, serta hari keempat untuk kepala puskesmas, dengan fokus pada peningkatan kematangan inovasi, replikasi, dan keberlanjutan inovasi.

Sementara itu, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintahan, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri, Dr. Ir. David Yama, M.Sc, MA, memaparkan hasil evaluasi Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Kampar. Ia menyebutkan bahwa Kampar menunjukkan tren positif dengan predikat “Inovatif” dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada tahun 2025, Kabupaten Kampar mencatat skor 58,43 dari 57 inovasi yang telah divalidasi, serta menempati posisi kedua di Provinsi Riau,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, Helmi, SH, MH, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut, khususnya dalam sektor pendidikan.

Ia menyampaikan bahwa inovasi di bidang pendidikan harus terus diperkuat, baik melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pemanfaatan teknologi, maupun pengembangan karakter peserta didik.

“Kami di Disdikpora Kampar siap mendorong lahirnya berbagai inovasi di satuan pendidikan. Sekolah harus menjadi pusat inovasi yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan lahirnya berbagai inovasi baru di setiap perangkat daerah, meningkatnya kapasitas aparatur, serta terbangunnya ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah inovasi yang dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri melalui sistem Indeks Inovasi Daerah.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Kampar mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat, untuk bersinergi dalam membangun inovasi daerah.

“Sinergi semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Kampar,” pungkasnya.(Adv)

COMMENTS