Disbunnak Keswan Kampar Aktif di Safari Ramadhan, Fokus pada Aspirasi dan Pembinaan Sektor Perkebunan-Peternakan

HomeDaerahKab. Kampar

Disbunnak Keswan Kampar Aktif di Safari Ramadhan, Fokus pada Aspirasi dan Pembinaan Sektor Perkebunan-Peternakan

Disbunnak Keswan Kampar Pastikan 150 Ribu Hektar Perkebunan Swasta Taat Aturan
Disbunnak Keswan Kampar Dorong Petani Karet Tingkatkan Kualitas Bokar Bersih
Disbunnak Keswan Kampar Terlibat Langsung Dalam Dialog Damai Masyarakat dan PT Buana Wira Lestari

KAMPAR KIRI HULU, perjuanganrakyat.com – Langit senja di Desa Tanjung Belit perlahan meredup ketika gema azan Maghrib menyentuh dinding-dinding Masjid Al Ubudiyyah, Kamis (26/02/2026). Sejak sore, warga sudah memadati rumah ibadah itu. Anak-anak berlarian kecil di pelataran, para orang tua duduk bersila sembari berbincang, menunggu kedatangan rombongan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Malam itu menjadi istimewa. Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, memimpin langsung Tim I Safari Ramadhan 1447 H. Ia hadir bersama Penjabat Sekretaris Daerah, Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar, Marahalim, serta sejumlah kepala dan perwakilan OPD lainnya. Ini merupakan malam ketiga dari rangkaian Safari Ramadhan yang menyusuri berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar.

Kehadiran rombongan disambut hangat. Senyum dan jabat tangan menjadi bahasa yang lebih dulu berbicara sebelum sambutan resmi dimulai. Di bulan suci yang penuh berkah ini, jarak antara pemerintah dan masyarakat seakan luruh dalam suasana kebersamaan.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk mempererat silaturahmi dan mendengar langsung suara masyarakat.

“Kehadiran kami di Desa Tanjung Belit ini adalah untuk menjalin ukhuwah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, serta melihat kondisi di lapangan, baik itu jalan, jembatan, maupun kebutuhan lainnya,” ujarnya di hadapan jamaah.

Baginya, membangun daerah tidak cukup hanya dari balik meja kantor. Ada kebutuhan untuk menapakkan kaki di tanah yang sama dengan masyarakat, merasakan apa yang mereka rasakan, dan melihat langsung persoalan yang ada.

Senada dengan itu, Marahalim menyampaikan bahwa Safari Ramadhan juga menjadi momentum bagi setiap OPD untuk mendengar aspirasi sesuai bidang masing-masing. Di wilayah Kampar Kiri Hulu yang banyak bergantung pada sektor perkebunan dan peternakan, ia menegaskan kesiapan dinasnya untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

“Kami siap mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya di sektor perkebunan dan peternakan yang menjadi sumber penghidupan warga di sini,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan malam itu berlangsung khidmat. Tausiah agama mengalun menyejukkan hati, mengingatkan tentang makna sabar, syukur, dan kepedulian. Kebersamaan semakin terasa saat buka puasa dilaksanakan bersama, dilanjutkan dengan salat Maghrib, Isya, hingga Tarawih berjamaah.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Pemerintah Kabupaten Kampar juga menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Al Ubudiyyah serta santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Bantuan itu bukan sekadar simbol, tetapi cerminan komitmen untuk hadir dan berbagi di tengah masyarakat.

Di penghujung malam, ketika doa-doa dipanjatkan dan saf-saf salat kembali dirapikan, Safari Ramadhan di Tanjung Belit meninggalkan kesan yang lebih dari sekadar kunjungan. Ia menjadi pertemuan hati—antara pemimpin dan rakyat—yang dipersatukan oleh iman, harapan, dan keinginan bersama untuk membangun Kampar yang lebih baik.(Adv)

COMMENTS