Politeknik Kampar dan BNK Sinergi Cegah Narkoba di Kalangan Mahasiswa

HomeDaerahKab. Kampar

Politeknik Kampar dan BNK Sinergi Cegah Narkoba di Kalangan Mahasiswa

BNK Kampar dan Lapas Bangkinang Perkuat Sinergi Cegah Peredaran Narkoba melalui Tes Urine
BNK Kampar Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Wali Murid di TK Pembina 02 Salo  
BNK Kampar, Satlantas Polres Kampar, dan Dishub Kampar Gelar Round Check Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 di Salo: Satu Sopir Positif Narkoba

Bangkinang Kota, perjuanganrakyat.com – Politeknik Kampar pada Selasa, 23 September 2025, menggelar kegiatan Studi Pengenalan Orientasi Raya Mahasiswa (Sepora) dengan tema “Menciptakan Generasi Unggul, Beretika, dan Profesional”. Kegiatan yang diikuti oleh 250 mahasiswa baru ini bukan hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga wadah penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak awal perkuliahan.

Salah satu yang menarik dari kegiatan Sepora 2025 adalah kehadiran Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar sebagai narasumber. BNK Kampar menghadirkan dua pemateri utama, Adi Jondri Putra dan Elita Fatma, S.Pd.I., didampingi oleh beberapa anggota lainnya.

Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari pihak kampus karena dinilai sejalan dengan visi mencetak generasi yang unggul, beretika, dan bebas dari pengaruh negatif Narkoba.

Dalam pemaparannya, Elita Fatma menyampaikan salam dari Ketua Umum BNK Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., sekaligus menekankan bahaya narkoba dari sisi psikologis. Ia menjelaskan bagaimana narkoba merusak kepribadian dan kesehatan mental generasi muda.

Sementara itu, Adi Jondri Putra menekankan definisi narkoba, solusi rehabilitasi bagi pecandu, serta strategi pencegahan agar mahasiswa tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan.

Materi ini mampu membuka wawasan mahasiswa baru bahwa narkoba tidak pernah memberikan keuntungan, melainkan hanya kerugian yang mendalam bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari respons positif yang muncul sepanjang acara. Mereka menyadari bahwa anggapan narkoba bisa menambah semangat hanyalah mitos berbahaya yang dapat menjerumuskan.

Bahkan, salah seorang mahasiswa baru, Hamdi Daulay, menegaskan rasa syukurnya karena mendapatkan bekal pengetahuan yang bermanfaat untuk menjaga diri dari ancaman Narkoba.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa orientasi mahasiswa tidak seharusnya sebatas pengenalan sistem perkuliahan, melainkan juga momentum membangun fondasi karakter.

Edukasi anti-Narkoba menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berintegritas. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga seperti BNK Kampar, harapan untuk melahirkan generasi unggul yang bebas narkoba semakin nyata.

Dengan demikian, Sepora 2025 bukan hanya menjadi awal perjalanan akademik mahasiswa baru, tetapi juga awal komitmen mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, produktif, dan berdaya saing.(***)

COMMENTS