Warga Desa Salo Gelar Gotong Royong Massal: Pacu Pembangunan dan Pererat Silaturahmi

HomeDaerahKab. Kampar

Warga Desa Salo Gelar Gotong Royong Massal: Pacu Pembangunan dan Pererat Silaturahmi

Walikota Dumai Sambut Kontingen Kampar di MTQ Riau Ke 42 dengan Jamuan Makan Siang
Dishub Kabupaten Kampar melakukan Sosialisasi Keselamatan Transportasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini Sekaligus Penyerahan Sertifikat Bimtek SALUD Kepada Tenaga Pendidik TK Negeri Pembina 01 Salo
Pemda Kampar Siap Mensukseskan Kegiatan Lancang Kuning Carnaval Tahun 2024

Salo, Kampar, perjuanganrakyat.com — Warga Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, menggelar kegiatan gotong royong, (13/07/2025) di Jl. Merdeka dan beberapa lokasimlainnya sebagai upaya memacu pembangunan desa sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

Kegiatan ini difokuskan pada penimbunan jalan berlobang, perbaikan jalan lingkungan dan drainase.

Gotong royong yang dipimpin langsung oleh Kepala desa tersebut diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari Kadus, tokoh agama, hingga perangkat desa.

Kepala Desa Salo, Ihfasni Arham, M., Ag, menyampaikan bahwa gotong royong merupakan tradisi yang terus dijaga sebagai bagian dari budaya masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan desa, tapi juga untuk memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun desa ini menjadi lebih maju,” ujarnya.

Selain itu, gotong royong ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara langsung kepada pemerintah desa. Beberapa usulan seperti perbaikan jalan, pemasangan lampu penerangan, dan pengelolaan sampah terpadu muncul dalam diskusi warga usai gotong royong.

Tokoh masyarakat Desa Salo, Mudarus, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kekompakan masyarakat.

“Budaya gotong royong harus terus dilestarikan. Ini bukan hanya soal kerja fisik, tapi tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Salo berencana menjadikan kegiatan gotong royong sebagai agenda rutin. Hal ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan desa yang bersih, sehat, dan harmonis.(***)

COMMENTS