Saat Rapat dengan Menteri PUPR, Syahrul Aidi Minta Pembangunan Daerah yang Berkeadilan

HomeNasional

Saat Rapat dengan Menteri PUPR, Syahrul Aidi Minta Pembangunan Daerah yang Berkeadilan

Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
Syahrul Aidi Desak Dubes Prioritaskan Ekspor Potensi Desa dan Lindungi WNI di Negara Konflik
Rapat dengan Menteri Desa, Syahrul Aidi Sampaikan Pertanyaan Kades Terkait Koperasi Desa Merah Putih

Jakarta, perjuanganrakyat.com – Anggota DPR RI Dapil Riau 2 Dr. Syahrul Aidi Maazat meminta pemerintah gunakan azas proporsional dan berkeadilan dalam membagi kue pembangunan ke daerah.

Hal itu beliau sampaikan saat melakukan rapat bersama dengan Menteri PUPR Dody Hanggodo pada Rabu (7/5/2025) di gedung senayan. Dalam rapat itu, Syahrul Aidi meminta pemerintah memperhatikan prinsip berkeadilan dalam mendistribusikan anggaran pembangunan.

“Khususnya Riau, sangat besar jasanya dalam menghasilkan devisa bagi negara. Namun Mirisnya, kue pembangunan tidak didapat Riau dengan adil. Buktinya, Riau menjadi daerah dengan jalan terparah secara nasional.” kata Syahrul Aidi.

Untuk itu, dia meminta pemerintah memperhatikan variabel-variabel dalam pembagian kue jatah pembangunan. “Seperti kontribusi Riau dalam menghasilkan devisa, kontribusi Riau saat kemerdekaan, hingga peran strategis Riau sebagai jantungnya pulau Sumatera. Majunya Riau akan berpengaruh kepada kondisi ekonomi nasional.” kata Syahrul Aidi.

Dia berharap kebijakan presiden terkait efisiensi anggaran tidak menyurutkan langkah kementerian untuk menjalankan program. Inovasi dan kreatifitas kementerian menurutnya sangat penting sehingga program berjalan.

“Kebijakan penghematan oleh presiden ini tak perlu menyurutkan langkah kita dalam pembangunan. Malahan kita jadikan ini sebagai momentum untuk memberikan pembangunan yang inklusif, berkeadilan dan berkemajuan.” terangnya.

Usai rapat, Syahrul Aidi menyerahkan proposal pembangunan hasil aspirasi masyarakat Riau kepada Menteri PUPR secara langsung. **

COMMENTS