KAMPAR, perjuanganrakyat.com — Dinamika pergantian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar kembali menyita perhatian publik. Penunjukan dr. Imawan Hardiman, Sp.KK sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar pun memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat.

Isu ini berkembang luas di ruang publik—mulai dari perbincangan di warung kopi hingga komentar di media sosial seperti Facebook. Sebagian masyarakat bahkan mencoba mengaitkan peristiwa ini dengan isu lain yang tidak relevan, sehingga memicu berbagai spekulasi.

Namun, fakta di balik keputusan tersebut sejatinya jauh lebih sederhana dan berlandaskan pada kebutuhan menjaga kesinambungan pelayanan publik.

Pada Rabu (6/4/2026), di tengah aktivitas masyarakat di Bangkinang Kota, penulis menelusuri langsung kebenaran informasi ini dengan menghubungi Bupati Kampar, Ahmad Yuzar.
Dalam keterangannya, Bupati menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya, dr. Asmara Fitra Abadi, MM—yang akrab disapa dr. Ifi—datang langsung ke kediamannya untuk menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.
“Beliau mengundurkan diri karena sedang sakit dan ingin fokus menjalani pengobatan,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya telah menawarkan alternatif jabatan lain yang lebih ringan agar tidak mengganggu proses pemulihan. Namun, dr. Ifi memilih untuk tidak menduduki jabatan apa pun demi fokus pada kesehatannya.
“Atas keputusan tersebut, kami menghormati dan mempersilakan beliau fokus berobat. Jika nanti sudah pulih, beliau tetap memiliki hak untuk mengikuti proses asesmen jabatan seperti ASN lainnya,” tambahnya.
Guna menjaga stabilitas roda pemerintahan, khususnya di sektor kesehatan, Bupati Kampar kemudian menunjuk dr. Imawan Hardiman sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan melalui Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor: 800.1.11.1/BKPSD-MP/88.
Langkah ini dinilai krusial mengingat posisi Kepala Dinas Kesehatan memiliki peran strategis dalam memastikan keberlangsungan program pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan bukan sekadar pelaksana administratif, melainkan penggerak utama kebijakan kesehatan daerah. Ia bertanggung jawab memastikan program berjalan efektif, merata, dan berkualitas.
Di sisi lain, sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat menentukan kualitas hidup, produktivitas, serta kesejahteraan secara keseluruhan. Karena itu, keberlanjutan kepemimpinan di bidang ini tidak dapat ditunda.
Bupati Kampar menegaskan bahwa kebijakan yang diambil semata-mata bertujuan menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Kami berkomitmen agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.
Menutup perbincangan, penulis mengajak masyarakat untuk menyikapi dinamika ini secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.
Persatuan dan kekompakan masyarakat Kampar menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Dengan suasana yang kondusif, Kabupaten Kampar diharapkan terus bergerak maju menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Oleh: Aprizal Khan, SE
(Wartawan Senior Kampar | Pengurus PWI Provinsi Riau)





COMMENTS