Disbunnak Keswan Kampar Tekankan Vaksinasi SE Menjelang Musim Hujan

HomeDaerahKab. Kampar

Disbunnak Keswan Kampar Tekankan Vaksinasi SE Menjelang Musim Hujan

Wabup Kampar Misharti Resmi Lantik 12 Penjabat Kepala Desa
Acara Safari Ramadhan,Bupati Kampar Jamu Kapolda Riau Buka Bersama di Rumah Dinas
Disbunnak Keswan Kampar Terlibat Langsung Dalam Dialog Damai Masyarakat dan PT Buana Wira Lestari

KAMPAR, perjuanganrakyat.com – Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar terus mendorong program vaksinasi Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok pada sapi dan kerbau bagi masyarakat peternak di wilayah Kabupaten Kampar. Program ini dilakukan secara rutin, terutama menjelang musim hujan, sebagai langkah pencegahan kematian ternak sekaligus mengurangi kerugian ekonomi bagi peternak.

Kepala Disbunnak Keswan Kabupaten Kampar, Marahalim, S.Pt, melalui Plt. Kabid Kesehatan Hewan, Azto, menjelaskan bahwa vaksinasi SE sering disertai pemberian vitamin dan obat cacing. “Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak, mengurangi stres, serta mempercepat pemulihan,” ujar Azto saat di konfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Vaksin SE bekerja memberikan kekebalan terhadap bakteri Pasteurella multocida, penyebab penyakit ngorok. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh dokter hewan saat ternak berada dalam kondisi sehat atau prima. Pemberian vitamin dan obat cacing membantu hewan merespons vaksin dengan lebih baik, menjaga kebugaran, serta memastikan hasil vaksinasi optimal. Vaksinasi ini harus diulang secara berkala setiap tahun untuk mempertahankan titer antibodi yang cukup.

Azto menambahkan, sebelum divaksinasi, petugas memastikan ternak tidak sedang stres, karena faktor predisposisi seperti kelelahan, kedinginan, pengangkutan, dan anemia dapat mempermudah timbulnya penyakit. “Diduga pintu gerbang infeksi bakteri ke dalam tubuh ternak adalah daerah tenggorokan. Ternak sehat dapat tertular dari ternak sakit atau pembawa melalui kontak langsung, makanan, minuman, maupun alat-alat yang tercemar bakteri,” jelasnya.

Penyakit SE dapat menular melalui ludah, tinja, maupun kemih ternak. Karena potensi penularan dan kerugian ekonomi yang cukup besar, pelaksanaan vaksinasi SE secara rutin menjadi langkah penting bagi keberlanjutan usaha peternakan di Kampar.

“Vaksinasi SE sangat perlu dilakukan secara rutin, karena penyakit pada ternak dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi peternak khususnya dan masyarakat luas pada umumnya,” tutup Azto.

Dengan program vaksinasi SE yang terjadwal dan dibarengi pengelolaan kesehatan ternak yang baik, Disbunnak Keswan Kampar berharap populasi ternak sapi dan kerbau di daerah ini tetap sehat, produktif, dan mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat peternak.(Adv)

COMMENTS