Dinas Pertanian Dan Holtikultura Kampar Berharap Dengan Pemakaian Alat Dan Mesin Pertanian Petani Bisa Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian

HomeDaerahKab. Kampar

Dinas Pertanian Dan Holtikultura Kampar Berharap Dengan Pemakaian Alat Dan Mesin Pertanian Petani Bisa Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian

Disdikpora Kampar Sambut Tim Kementerian Pendidikan RI Tentang Dukungan Pemkab Terhadap PMB
Didukung 5 PB Berdasarkan SI, Daprianto Terpilih Aklamasi Pimpin PBSI Kampar Periode 2024-2028
PJ Bupati diwakili Plh Sekda hadiri HUT Kota Dumai ke 25, Ahmad Yuzar :Jalin Sinergitas, Semoga Dumai Makin Maju dan Berkembang.

Bangkinang Kota, Perjuanganrakyat.com – Guna meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat Kampar, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar lakukan pembinaan monitoring pemanfaatan alat dan mesin pertanian. Agar terjangkaunya semua petani, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar membagi 5 wilayah tugas pengawas.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar, Hj. Nurilahi Ali, SP., MMA melalui Kabid Usaha Tani, Tamrin, SP.., M. Si kepada wartawan beberapa waktu yang lalu di ruang kerjanya mengatakan, bahwa Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Kampar terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat Kampar.

Tamrin menyebutkan, bahwa pemanfaatan teknologi alat mesin pertanian oleh petani akan memberikan dampak positif untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Agar pemakaian alat mesin pertanian tepat guna yang efektif dan efisien, Dinas pertanian dan Holtikultura Kabupaten Kampar menugaskan 5 orang pengawas yang senantiasa membantu petani di lapangan. 5 orang pengawas tersebut di tempatkan pada 5 wilayah kerja yang sudah dibagi dan ditetapkan. 1 orang pengawas bisa mengawasi 4-5 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kampar.

Tamrin juga menjelaskan, bahwa 5 wilayah kerja pengawas alat mesin pertanian yang dibagi tersebut terdiri dari: Wilayah 1 mencakupi kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kampa, Kampar Kiri Hilir, Perhentian Raja, dan Kecamatan Kampar Kiri; Wilayah II mencakupi Kecamatan Tapung Hulu, Gunung Sahilan, Bangkinang, dan Kecamatan Rumbio Jaya; Wilayah III mencakupi Kecamatan Tapung Hilir, Siak Hulu, Bangkinang Kota, dan Kecamatan Tambang; Wilayah IV mencakupi Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kampar Kiri Hulu, Salo, dan Kecamatan Kampar Utara; sementara untuk wilayah V mencakupi Kecamatan XIII Koto Kampar, Tapung, Kuok, dan Kecamatan Kampar, jelas Tamrin.

Tamrin juga mengatakan, bahwa setiap kecamatan sudah ada bantuan alat mesin pertanian. Baik mesin pertanian untuk pra panen, seperti bajak roda 4, roda 2
Hendtranctor, kultifator, hidritiler (tractor kura-kura) maupun alat mesin untuk pasca panen seperti power thresher, (perontok padi) dan combine harvester (alat pemanen padi yang mampu menggabungkan kegiatan pemotongan, pengangkutan, perontokkan, pembersihan, sortasi, dan pengantongan dalam satu proses kegiatan yang terkontrol), jelas Tamrin.

Tamrin juga mengatakan, saat ini di Kabupaten Kampar sudah ada ratusan alat mesin pertanian yang bisa dimanfaatkan oleh petani. Tetapi, pada beberapa kecamatan dan wilayah, juga masih terdapat kekurangan dan keterbatasan alat mesin pertanian, ungkap Tamrin.

Kepada media Tamrin juga mengatakan, bahwa saat ini Kabupaten Kampar baru memproduksi 30 % untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Kampar. Oleh karena itu, kita terus berupaya meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat Kampar.

Guna meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat dapat dilakukan dengan cara: 1. Ekstensifikasi, melakukan perluasan cetak sawah baru; 2. Intensifikasi dengan peningkatan indeks penanaman. Melakukan modernisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi pertanian. Saat ini, sudah ada beberapa lokasi desa yang melakukan 2 kali tanam dalam setahun seperti di daerah Bangkinang Seberang dan beberapa kecamatan lainnya. Bahkan sudah ada yang melakukan IP250, yakni melakukan 5 kali penanaman dalam 2 tahun, ungkap Tamrin.

Tamrin juga menambahkan, untuk meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat, juga dibutuhkan Irigasi, baik pembangunan irigasi yang primer dan sekunder, maupun saluran air irigasi yang tersier (saluran cacing).

Selain dari hal tersebut diatas, ketersediaan pupuk yang cukup bagi petani, juga menjadi hal terpenting dalam meningkatkan hasil produksi pertanian. Teknologi dan SDM petani juga perlu ditingkatkan.

Tamrin juga mengajak para petani untuk merubah pola perilaku petani. Jerami jangan lagi dibakar, dan jerami dijadikan pupuk melalui proses dekomposer (jadikan pupuk kompos). Banyak untung dan kelebihan jika jerami diproses dekomposer. Dengan dekomposer tersebut, maka tekstur dan struktur tanah menjadi baik, tinggi kalium dengan memperbaiki struktur dan tekstur tanah sebagai media tumbuh bagi tanaman. Dekomposer membantu menguraikan organisme yang sudah mati sehingga dapat dikembalikan ke tanah sebagai unsur hara yang penting untuk pertumbuhan. Melalui proses penguraian yang dilakukan oleh dekomposer, gas karbondioksida akan dihasilkan. Gas ini sangat bermanfaat bagi proses fotosintesis tumbuhan, ungkap Tamrin.(ADV)

COMMENTS