Bangun Santri untuk Muratara Madani

santri.jpg

MURATARA, Perak: PROGRAM mengirim 360 anak-anak belajar ke pondok pesantren, merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Musirawas Utara atau Muratara, Provinsi Sumatera Selatan, mewujudkan Bumi "Beselang Serundingan" menjadi daerah yang ramah dan madani.

Demikian disampaikan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, saat didaulat menjadi Bapak Santri Sumsel, oleh Pesantren Aulia Cendekia, di aula Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (19/10/2017). 

"Pengiriman 360 santri ke berbagai pondok pesantren, diharapkan sekembali ke Muratara mampu mendidik lingkungannya, membentuk pengajian-pengajian di masyarakat sebagai benteng dahsyatnya kemajuan dan perkembangan zaman," ujarnya. "Ini merupakan komitmen dalam rangka membuat image positif Muratara menjadi kota yang ramah, kota yang madani."

Penghargaan Bapak Santri Sumatera Selatan, merupakan prestasi yang harus dijaga. Sebuah sumbangsih dalam mengangkat harkat martabat masyarakat Muratara yang beradab, berakhlak dan religius. Dan itu diyakini bakal terwujud, karena sebelumnya, semangat membangun santri sudah ada sejak dulu. Bahkan untuk belajar mengaji, dengan semangat, sanggup menempuh jarak yang jauh, sampai kiloan meter.

"Nah, semangat ini harus dibangun lagi. Karena dengan iman dan takwa kita dapat membangun masyarakat seutuhnya," tegasnya. "Apalagi Muratara menjadi daerah otonom baru, yang ingin berkembang di segala bidang."

santri1.jpg

Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Aulia Cendekia, H Hendra Zainudin, Anugerah Santri Award, memperingati Hari Santri Nasional, merupakan apresiasi kepada pihak yang sudah berkontribusi untuk Ponpes, baik dari pemikiran, perhatian, bantuan dan lain sebagainya. "Kita apresiasi semangat Bupati Muratara membangun pendidikan yang agamis. Itu merupakan modal Sumber Daya Manusia yang baik bagi Kabupaten Muratara," ujarnya.

Penghargaan Bapak Santri Sumsel, jatuh kepada Syaif Hidayat, melalui rapat internal ponpes Aulia Cendekia, dan diskusi bersama Media Sripo dan Tribun, serta penilaian masyarakat. "Ada beberapa tokoh Sumsel yang masuk nominator, namun Bupati Muatara terpilih karena prestasi dan konsen dalam pendidikan pesantren, dengan mengirim 360 santri ke Pulau Jawa, Madura, dan Padang," ungkapnya.

Selain kategori Bapak Santri Sumsel, ada empat nominasi lain, yakni kategori Bapak Santri Indonesia, Perusahaan, BUMN, BUMD dan Perbankan, Pesantren Terbaik, dan Alumni Pesantren Sukses dan Inspirator. Untuk kategori Bapak Santri Indonesia, ada dua nominator terpilih, yakni Presiden RI, Joko Widodo, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, H Muhaimin Iskandar. (R Rediansyah)

 

Cetak